Permintaan hunian di kawasan penyangga kota besar terus meningkat seiring perbaikan akses tol dan transportasi publik. Berikut kawasan yang diproyeksikan menjadi primadona investasi properti sepanjang 2026.
Selama beberapa tahun terakhir, minat pembeli terhadap properti tidak lagi terpusat di pusat kota. Kawasan penyangga seperti Sidoarjo, Gresik, dan sebagian Malang menunjukkan pertumbuhan permintaan yang signifikan, didorong oleh harga yang lebih terjangkau serta perbaikan infrastruktur jalan tol dan transportasi umum.
Menurut pengamatan tim consultant Birmaland di lapangan, ada tiga faktor utama yang mendorong pergeseran ini: aksesibilitas, ketersediaan fasilitas publik, dan potensi kenaikan harga jangka panjang. Kawasan yang memenuhi ketiga faktor tersebut cenderung lebih cepat terserap pasar.
Kawasan dengan Pertumbuhan Tercepat
Berdasarkan data transaksi internal, berikut beberapa kawasan yang paling banyak diminati pembeli sepanjang semester pertama 2026: Sidoarjo, didorong pengembangan kawasan industri dan akses tol Waru-Sidoarjo; Gresik, dengan pertumbuhan kawasan hunian baru menyusul ekspansi kawasan industri utara Surabaya; dan Malang Timur, yang diminati sebagai hunian kedua maupun properti investasi sewa jangka pendek.
"Pembeli sekarang lebih rasional — mereka membandingkan akses, legalitas, dan proyeksi harga sebelum memutuskan, bukan lagi sekadar ikut tren lokasi."
Apa Artinya untuk Anda?
Bagi calon pembeli, ini adalah momentum baik untuk mempertimbangkan kawasan penyangga sebagai alternatif hunian maupun investasi. Namun tetap penting untuk memverifikasi legalitas dan rencana tata ruang wilayah sebelum melakukan transaksi, agar potensi kenaikan nilai properti benar-benar terealisasi di masa depan.
